godong



Senin, 10 Desember 2012

pentingnya tidur


KURANG TIDUR BERPOTENSI SERANGAN JANTUNG

MUNGKIN Anda pernah mendengar orang meninggal saat tertidur lelap. Belakangan diketahui yang bersangkutan meninggal akibat serangan jantung. Tahukah Anda, salah satu penyebab serangan ajntung yakni kurang tidur?
Peneliti dari Chicago, Amerika Serikat, menghubungkan seranagn jantung sebagai konsekuensi terbesar kurang tidur. Jadi, kurang tidur tak hanya berdampak pada masalah lingkar hitam di area mata atau wajah yang kuyu. Serangan jantung pun tak melulu berkaitan dengan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Dalam Journal of The Medcal Association tahun 2008, para peneliti dari University of Chicago mengungkapkan terlalu sedikit tidur dapat meningkatkan terbentuknya kalsium di arteri jantung sehingga membentuk plak. Apabila plak itu pecah, maka akan berakibat serangan jantung dan stroke.
Tim dari University of Chicago mendokumentasikan untuk pertama kalinya berapa banyak risiko yang bisa ditimbulkan akibat kurang tidur. Kurang tidur selama 1 jam dapat meningkatkan kalsium koroner sebesar 16%. Di antara kelompok 495 laki-laki dan perempuan berusia 35-47, sebanyak 27% yang tidur kurang dari 5 jam setiap malam menunjukkan plak di pembuluh darah jantung. Sementara 11% mereka tidur sesuai yang direkomendasikan 5-7 jam, dan hanya 6%  subyek yang tidur melebihi 7 jam menunjukkan aterosklerosis.
“Kami terkejut dengan temuan tersebut,” kata Diane Laudrisikoerdale,  profesor studi kesehatan di University of Chicago dan sekaligus pemimpin studi. “Kami sungguh tak berharap menemukan hubungan seperti ini, khususnya tidak sejelas ini.”
Laudrisikoerdale dan timnya punya alasan untuk skeptis. Sementara hubungan tidur dan penyakit jantung menumbuhkan minat para peneliti, namun studi sebelumnya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, kadang bias, karena sebagian besar percobaan hanya menggantungkan pada laporan tidur para responden.
Tim Chicago mengisolasi variabel pengganggu yang paling umum bisa menjelaskan kurang tidur dan masalah jantung, seperti merokok, alkohol, dan kondisi medis lainnya. Tim juga menemukan cara untuk merekam seakurat mungkin jumlah tidur yang diperoleh subyek setiap malam. Setiap relawan mengenakan monitor pergelangan tangan yang diukur dan dicatat aktivitas pada interval 30 detik. Ketika monitor itu tenang, subjek sedang tidur.
Sementara Lauderdale mengakui bahwa hasilnya jauh dari kata terakhir pada tidur dan penyakit jantung, studi ini menunjukkan bahwa dokter dan pasien harus mempertimbangkan tidur selain bahaya yang lebih familiar bagi jantung seperti hipertensi, kolesterol tinggi dan diabetes.
Terlalu sedikit tidur dapat meningkatkan kadar kortisol, sebagai bahan bakar peradangan yang dapat mengganggu kestabilan plak. Setelah timbunan plak ini pecah, mereka dapat memblokir pembuluh di jantung atau otak, menyebabkan serangan jantung atau stroke. Sementara tim Chicago tidak melacak tingkat kortisol untuk menguji teori ini, untuk itu studi yang akan datang mungkin dibutuhkan.
Penjelasan sederhana mungkin melibatkan tekanan darah. Secara umum, tekanan darah menurun saat tidur, dan selama periode 24 jam, orang yang kurang tidur akan memiliki periode lebih pendek menurunkan tekanan darah.
Apapun alasannya mungkin, hasil penelitian ini membuat jelas bahwa tidur tidak hanya untuk bermimpi. Tidur cukup mungkin akan menyelamatkan jantung Anda.
“Tapi, tidur lebih dari 7 jam pun menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular”, tulis Dr Andreas Prasadja, RPSGT, spesialis tidur dari RS Mitra Kemayoran dalam blognya mendengkur.wordpress.com. Walau para peneliti menyatakan tidak mengetahui penyebabnya secara pasti, diduga gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebih menjadi penyebabnya. Jadi bukan kelebihan tidur, tetapi kantuk berlebihan yang perlu diperhatikan.
Sleep apnea atau henti napas tidur, merupakan gangguan pernafasan saat tidur yang ditandai dengan ngorok, mendengkur dan kantuk berlebihan, hipersomnia. Penderitanya mudah dikenali dari penampilannya yang selalu mengantuk. Apalagi ketika tertidur, kita dengan mudah mendengar deru dengkuran.
Ketika tidur, saluran napas penderita sleep apnea akan melemas hingga menyempit dan pada akhirnya menyumbat. Akibatnya, walau gerakan nafas tetap ada, udara tidak dapat lewat. Karena sesak penderitanya akan terbangun-bangun sepanjang malam, tanpa sadar. Tak heran jika orang yang mendengkur bangun dengan rasa tak segar dan terus mengantuk tanpa tahu sebabnya.
“Berhentinya napas saat tidur, menyebabkan jantung bekerja keras, bahkan ekstra keras. Ini ditunjukkan dalam pemeriksaan tidur pendengkur yang juga meliputi perekaman jantung, dimana irama jantung jadi tak beraturan. Kesimpulannya, ngorok berakibat buruk bagi kesehatan jantung,” kata dokter yang biasa disapa Ade itu.
Sleep apnea pada atlet atau penggemar olah raga, menjadi amat penting. Bayangkan saat terjaga dan berolah raga, jantung bekerja keras. Kemudian saat tidur jantung malah bekerja semakin keras lagi akibat henti napas. Jantung tak pernah beristirahat.
                                                                                      

Senin, 12 November 2012

Mangkokan

Mangkokan
Nothopanax scutellarium Merr.
Nama umum
Indonesia:
Mangkokan, cowekan


Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Apiales
                             Famili: 
Araliaceae
                                 Genus: 
Nothopanax
                                     Spesies: Nothopanax scutellarium Merr.





Tumbuhan ini sering ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar, walaupun dapat ditemukan tumbuh liar di ladang dan tepi sungai. Mangkokan di sini jarang atau tidak pernah berbunga, menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, dan dapat tumbuh pada ketinggian 1 - 200 m dp1. Perdu tahunan, tumbuh tegak, tinggi 1- 3 m. Batang berkayu, bercabang, bentuknya bulat, panjang, dan lurus. Daun tunggal, bertangkai, agak tebal, bentuknya bulat berlekuk seperti mangkok, pangkal berbentuk jantung, tepi bergerigi, diameter 6-12 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau tua. Bunga majemuk, bentuk payung, warnanya hijau. Buahnya buah buni, pipih, hijau. Biji kecil, keras, dan berwama cokelat. Zaman dahulu, dalam keadaan darurat daunnya digunakan sebagai piring atau mangkok untuk makan bubur sagu sehingga dinamakan daun mangkok. Daun muda dapat dimakan sebagai lalap, urapan mentah, atau direbus dan dibuat sayur. Daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Perbanyakan dengan setek batang. 
Tumbuhan ini berkhasiat untuk mengatasi:
- radang payudara,
- pembengkakan dan melancarkan pengeluaran ASI,
- rambut rontok,
- sukar kencing,
- bau badan, dan
- luka.
CARA PEMAKAIAN :
Ambil daun secukupnya lalu direbus dan diminum. Untuk
pemakaian  luar, daun tua digiling halus, dan dipakai secara setempat.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Radang payudara, pembengkakan disertai bendungan ASI :
    Daun mangkokan tua secukupnya diremas dengan minyak kelapa
    dan sedikit kunyit yang telah diparut. Panaskan di atas api, hangat-
    hangat ditaruh pada payudara yang membengkak.

2. Luka :
    Daun mangkokan segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus.
    Taruh di atas luka, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali sehari.
3. Sukar-kencing :
    Daun mangkokan tua yang masih segar direndam dalarn air panas
    beberapa saat. Angkat, lalu hangat-hangat dikompreskan pada
    perut bagian bawah.
4. Rambut rontok :
    Daun mangkokan tua yang masih segar secukupnya setelah dicuci
    bersih lalu digiling halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa sambil
    diaduk sampai seperti bubur. Kernudian saring dan peras. Hasil
    perasan dioleskan pada kulit kepala sambil dipijat ringan. Biarkan
    sampai mengering, lalu  rambut dicuci sampai bersih. Lakukan setiap
    hari.
Batang dan daun mengandung kalsium-oksalat, peroksidase, amygdalin,
fosfor, besi, lemak, protein, serta vitamin A, B1, dan C.
                                          

Daun Ivi

Daun Ivi
Hedera helix L.
Nama umum
Indonesia:
Daun ivi,
Inggris:
English ivy
Cina:
chang chun teng

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Apiales
                             Famili: 
Araliaceae
                                 Genus: Hedera
                                     Spesies: Hedera helix L.





Ciri-ciri tumbuhan membelit atau memanjat, tinggnya 1-3 m, beruas-ruas, dengan akar melekat,warna daun hijau keunguan, tunggal, berseling, tangkai bulat. Merupakan tumbuhan yang umum dibudidayakan sebagai tanaman bias terutama di Jawa. Tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan dari ketinggian 100 m sampai 1.500 m di atas permukaan laut. Menyukai tanah yang gembur dan subur, dapat ditanam di tempat terbuka atau di tempat yang ternaungi. Berbunga pada bulan April-Juni dan dapat dipanen sepanjang tahun. Daun  ivi mengandung alkaloida, saponin dan polifenol. Daun Ivi membantu dalam menyaring aerosol formalin udara dan limbah padat lainnya dari udara. Tanaman hias ini beracun untuk manusia dan hewan. Termakan dalam jumlah yang besar bisa mengakibatkan muntah, kejang, kesulitan bernafas atau bisa mengakibatkan koma.